Jumat, 14 November 2008

mungkin mental sebagian besar masyarakat

Beberapa wkt yang lalu, rekan saya pernah mengeluhkan kelakuan pengendara motor di daerah stasiun pondok cina. Intinya dia sebel karena palang uda ditutup, eh para pengendara motor malah belaga budek terus tancap gas. Padahal rekan saya juga pengendara motor.

Saya ga tau di tempat lain, tapi most of motorcycle riders itu sembrono. Saya selalu kesel, setiap kali naik mobil pribadi atau naik angkutan umum terus ngeliat ketidak pedulian para pengendara motor tersebut terhadap orang lain.

Itu juga terjadi pada angkutan umum, coba perhatiin deh. Kebanyakan para supir angkutan umum nge-tem sembarangan dan merasa bisa berhenti sembarangan juga nyalip lajur kendaraan pengendara lain se-enaknya.

Saya aja suka emosi sendiri kalo lagi naik angkutan umum yang kebetulan supir-supirnya sembarangan (kebanyakan sih begitu).

Nah, pernah suatu kali saya mendengar kasus korupsi yang lagi HOT di jakarta. Tapi saya lupa kasus yang mana. Kesel dan marah mengetahui mereka yang mau gampang dapet uang dan dengan sengaja mengorbankan orang lain.

Tiba-tiba, pikiran tersebut seperti terhubung sama pikiran ttg para pengendara motor dan para supir angkutan umum yang sembarangan. Apa emang mental masyarakat kita yang mau mudah dan sengaja mengorbankan orang lain?? Tapi kita ga bisa tutup mata terhadap adanya ketidaksetaraan pendidikan yang bikin kita berpikir secara berbeda.

Mudah-mudahan kalo temen-temen baca, bisa dijadiin refleksi diri. Jangan sampe mental kita mau aja disejajarkan sama para koruptor.
Dengan sengaja merugikan orang lain, demi keuntungan kita.

Cheers,
Nanda Heraini

Tidak ada komentar: